Featured

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Selingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selingan. Tampilkan semua postingan

0 Resep Rahasia Palai Ayam


Palai (pepes) adalah makanan tradisional yang banyak diminati di wilayah Sumatera dan Jawa. Resep bumbu dan proses pembuatan palai menggunakan bahan-bahan alami dari rempah-rempah, tidak menggunakan minyak maupun bahan tambahan lainnya. Karena itu palai tergolong bahan makanan yang sangat sehat untuk dikonsumsi.

Biasanya palai berbahan dasar ikan, baik ikan kecil maupun ikan ukuran menengah. Tapi ada satu resep rahasia yang saya dapatkan di kampung halaman saya, di mana palai dibuat dari bahan dasar daging ayam kampung. 
Ayam? 
Ayam bisa di bikinpalai?... Baru dengar!..

Ini adalah reaksi umum dari sebagian besar orang yang pernah saya ajak bicara tentang palai ayam. Tentu saja karena menu makanan ini sangat tidak lazim apalagi di Sumatera Barat. Saat saya menerima resep rahasia inipun saya diwanti-wanti untuk melestarikannya. Berdasarkan pengalaman saya mencoba memasak dan menikmati sendiri menu ini, efeknya sangat luar biasa untuk tubuh kita. Tubuh menjadi hangat, peredaran darah terasa lancar dan fikiran segar. Rasanya..? Wuihhh gurih!!.
Oke, berikut resep rahasianya:

Daun cengkeh 1 helai
Daun asam sundai, pilih daun yang agak luas
Jahe 2 buah sebesar ibu jari, dikeprek
Lengkuas merah sebesar ibu jari, dikeprek
Cabe 2 ons, tidak boleh yang halus
Daun kunyit 1 helai
Serai 2 batang, dikeprek
Tomat besar 3 buah
Garam secukupnya
Bawang merah dan bawang putih secukupnya
Buah pala muda 2 buah
Daun salam secukupnya

Aduk semua ramuan dengan daging ayam kampung muda (biasanya dibelah empat). Masukkan ke dalam daun pisang yang sudah didiangkan. Daun pisangnya boleh dilapisi sampai 2 atau 3 lapis. Kemudian dipalai sampai matang di atas tungku dengan api kecil. 

Selamat menikmati...!! Nyammmmm

Read more

0 Oleh-Oleh dari IUPAC IP Meeting

Mengikuti seminar dan simposium ternyata melelahkan juga. Apalagi kalau tidak tahu bagaimana menyenangkan diri sendiri selama simposium berlangsung. Tapi karena ini pengalaman berharga seumur hidup, saya ingin menuliskannnya di blog ini. Pengalaman ini mungkin tidak akan saya dapatkan lagi jika saya bisa menyelesaikan Ph.D tepat waktu.

IUPAC International Symposium on Ionic Polymerization 2013 (IP 2013) adalah sebuah simposium 2 tahunan yang diselenggarakan secara bergilir oleh para praktisi di bidang anionic polymerization. Saya tidak tahu bagaimana menyebutnya dalam bahasa Indonesia; mungkin polimerisasi ionik? Tapi menurut saya ini sama sekali tidak menunjukan makna ionic polymerization yang sesungguhnya. Ah entahlah. Sepertinya saya harus belajar lebih banyak bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Untuk menjelaskan kenapa simposium ini adalah pengalaman yang berharga bagi saya, maka harus dijelaskan dulu apa itu ionic polymerization. Sederhananya, ini adalah polimerisasi yang memanfaatkan reaksi ion organik untuk merangkai monomer-monomernya. Ion organik itu bisa jadi ion karbon positif (karbokation) atau ion karbon negatif (karbanion). Karena itu ionic polymerization terdiri dari dua  cabang ilmu yaitu cationic polymerization dan anionic polymerization. Baik karbokation maupun karbanion didapat melalui proses inisiasi oleh sistem inisiator khusus, memberikan peluang kepada monomer untuk saling bergabung pada tahap pemanjangan rantai (propagasi). Tahap-tahap polimerisasinya sama secara umum dengan jenis polimerisasi lainnya, bedanya adalah teknik dan skill yang dibutuhkan untuk melakukan reaksi polimerisasi tersebut. Ionic polymerization adalah tipe reaksi yang sangat sensitif terhadap air sekaligus oksigen, karena keduanya dapat menghentikan propagasi. Karena itu, dibutuhkan teknik yang rumit untuk bisa menjalankan reaksinya di laboratorium. Banyak praktisi kimia organik menggolongkan ionic polymerization sebagai salah satu dari tiga bidang tersulit dalam kimia organik. Tingkat kesulitan yang tinggi ini pulalah yang menyebabkan sedikit sekali peneliti yang mengambil riset di bidang ini. Di seluruh dunia, professor yang ahli dibidang ionic polymerization bisa dihitung dengan jari dan sebarannya juga tidak merata. Menurut pengamatan saya sebagaian besar dari mereka terpusat di Jepang, selanjutnya ada di Cina, Amerika, Jerman, Turki, Perancis dan Inggris. Inilah alasan pertama yang menjadikan simposium 2 tahunan ini menjadi sangat berharga, bahkan bagi organisasi kimia internasional, IUPAC.

Alasan ke dua adalah posisi ilmu ionic polymerization itu sendiri karena keuntungan-keuntungannya yang diberikannya dalam memecahkan masalah-masalah fundamental dalam bidang polimer, seperti stereoregularitas, living polymerization (suatu sistem polimer dimana rantai polimer tersebut tetap hidup alias bisa diperpanjang kapan saja selama tidak ada proses terminasi), reaktivitas, block copolymer, dipersity, multi-arm polymer, star polymer dan seterusnya. Karena itu sejak awal dimulainya simposium ini di Istanbul, Turki oleh Professor Yususf Yagci dan Emeritus Professor Otto Vogl, IUPAC menjadi penyokong utama keberlangsungan acara ini. Dalam perkembangannya, banyak professor di luar bidang ionic polymerization bergabung ke dalam simposium ini untuk saling bertukar ilmu dan ide seputar sintesis polimer dan pemurniannya. Mereka adalah nama-nama besar di dunia perpolimeran yang bahkan diperhitungkan sebagai calon penerima Nobel. Disinilah saya merasa beruntung mendapatkan pengalaman berharga dari simposium ini. Dari dekat bisa melihat langsung nama-nama yang biasanya kita temukan pada buku-buku teks kimia organik, polymer dan material. Hasil-hasil yang mereka paparkan, ide-ide baru, diskusi ilmiah yang bermartabat, bagaikan hujan ilmu yang tidak bisa ditampung saking derasnya sekaligus himpitan beban yang membuat saya sadar betapa lemahnya saya, betapa sedikit sekali ilmu yang saya miliki, betapa kacaunya sistem pendidikan Indonesia yang mengantarkan saya ke sini.

Hal lain yang saya sadari adalah posisi Professor saya di mata para Big Name ini. Semuanya tampak hormat kepada Professor saya yang saya tahu super pendiam, hemat bicara, autis bekerja. Entah bagaimana dia bisa menjadi begitu dihormati di kalangan orang-orang terkenal ini sampai didaulat menjadi ketua panitia untuk simposium kali ini. Dalam beberapa kesempatan, kepada kami para mahasiswanya, professor-professor dari Eropa tersebut sering mengatakan kalau mereka kenal baik dengan Professor Kitayama, dia orang hebat, dan risetnya sangat bermanfaat untuk dunia polimer. Tiap tahun beliau menjadi salah satu anggota komite IUPAC yang menyediakan dan memperbaiki tata nama dan terminologi ilmu polimer di seluruh dunia. Maka jadilah saya, termenung dalam diam, melayang entah kemana, memikirkan diri sendiri. Sebagai satu-satunya sekaligus mahasiswa Ph.Dnya yang terakhir sebelum pensiun 3 tahun lagi. Tentulah professor saya dan para koleganya mengharapkan sesuatu yang besar, hasil yang menerobos fondasi polimer. Ah entahlah.
Read more

1 Apa yang terjadi pada siti Zulaikha?


Ini hal menarik. Saya sudah lama sekali bertanya-tanya tentang jawaban kisah ini. Kisah tentang siti Zulaikha yang dulu menggoda nabi Yusuf utuk berbuat dosa. Barulah saya temukan jawabannya di sebuah buku.

Dikisahkan dalam riwayat bahwa Al Aziz pembesar mesir yang membeli nabi Yusuf dari pasar budak meninggal dunia. Ketika nabi Yusuf diangkat menjadi pembesar kerajaan mesir, siti Zulaikha telah bertobat dan mengakui kesalahannya. Nabi Yusuf dan siti Zulaikha pun menikah. Memang, beliau ini adalah wanita yang terkenal sangat cantik di negeri Mesir. Nabi Yusuf pun sebenarnya dari dulu tertarik kepadanya. Dengan pertolongan dan penjagaan Allah lah nabi Yusuf bisa menahan diri dari berbuat dosa.

Apa yang terjadi setelah itu sangatlah menakjubkan. Siti Zulaikha menjadi wanita yang sangat shaleh. Mengisi hari-harinya dengan beribadah kepada Allah. Dalam suatu kesempatan dia mengatakan, bahwa cintanya kepada Allah, jauh melebihi cintanya kepada Nabi Yusuf yang tampan itu. Hidayah yang diterimanya sangat luar biasa.

Maka menurut saya, mereka yang membicarakan kisah ini sebagai pengajaran kepada murid ataupun masyarakat awwam, harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan kalimatnya. Sebab baik-buruknya kehidupan seseorang pada akhirnya ditentukan pada bagaiamana dia menjalani sisa kehidupannya. Siti Zulaikha sudah bertobat kepada Allah dan menjadi seorang hamba, seorang istri, seorang muslimah yang taat. Tobatnya itu, menurut syariat, telah menghapus dosa-dosanya yang telah berlalu. Apalagi nabi Yusuf juga sudah memaafkannya. Tidak sepatutnya kita membicarakan keburukan beliau saja dengan memenggal kisah hidupnya secara keseluruhan. Di hadapan Allah dia adalah hamba yang sangat penuh dengan cinta dan ketundukan, di mana akhir hayatnyapun disudahi dengan iman dan islam. Sehingga jadilah dia seorang sosok yang layak ditiru dalam hal mencari jalan keluar dari kesesatan menuju cahaya keluhuran Allah. 
Read more

1 Habibie dan Ainun: Bukan Romeo dan Juliet

“Ketika ibu ainun meninggal, tim dokter memberikan 4 opsi kepada saya. Opsi pertama, Habibie masuk rumash sakit jiwa. Ke dua, Habibie tingal di rumah dan di rawat oleh tim dokter gabungan dari Jerman dan Indonesia. Ke tiga, Habibie mengikuti grup konseling untuk mencurahkan kegelisahannya. Yang terakhir, Habibie menuliskan semua yang dirasakannya, semua kenangannya bersama Ibu Ainun. Akhirnya saya meilih opsi yang ke empat.”

Setelah menonton film Habibie dan Ainun, kita pasti akan terkagum-kagum dengan kisah cinta mereka. Tulisan ini mungkin hanya satu dari sekian banyak tulisan yang mengungkapkan kekaguman para penonton. Tapi saya, ingin mengungkapkan penilaian pribadi saya sendiri terhadap kisah ini. Betapa sebuah cinta yang tulus sebenarnya memiliki tanggung jawab yang besar. Bahwa mencintai berarti berani mengambil tanggung jawab.

Ibu ainun menunjukan kepada kita figur seorang wanita yang berani bertanggung jawab atas penerimaan cinta. Dia menyadari bahwa pernikahan, yang demikian penting dan sakralnya, hanyalah satu bagian dalam kehidupan. Jauh ke depan, kehidupan setelah menikah itulah yang menjadi fokus utama. Dia sadar, tugas besarnya sebagai istri. Tidak bosan karena kemiskinan, tidak lelah karena masalah, selalu ada untuk menguatkan.

Habibie pun mengagumkan,  tidak pernah dalam masalah apapun, dia mengatakan sesuatu yang negatif pada Ainun. Bahkan ketika Ainun meminta diizinkan pulang ke Indonesia agar dapat meringankan beban Habibie di Jerman. Habibie tidak berpura-pura tegar untuk merelakan Ainun pergi. Dengan jujur ia sadari, bahwa Ainun, jauh di dalam hatinya, pun sesungguhnya tidak rela berpisah dari Habibie. Permintaan ainun itu, sebenarnya terkandung harapan agar Habibie tetap mempertahankannya di jerman. Habibie sangat mengerti itu
Habibie selalu mengatakan hal yang positif. Karena bersamalah mereka kuat, meski dalam kesusahan hidup yang parah. Yang diyakininya adalah kebahagiaan, karena berjuang bersama,
“Dengan kita menikah, kita telah memasuki sebuah terowongan yang gelap. Sepi dan panjang. Tapi setiap terowongan pasti ada ujunnya, dan di ujung itulah cahaya. Ke sanalah kamu akan saya bawa”.

Hidup mereka bukanlah hidup yang sederhana. Mereka punya cita-cita dan perjuangan besar, dalam kesederhanaan. Ainun tahu, sebagai pemilik ilmu, habibie harus bertanggung jawab dengan ilmunya, mengabdikannya untuk sebesar-besarnya manfaat bangsa.

Sungguh sebuah kisah cinta yang mengagumkan. Cinta bukanlah untuk mereka berdua. Tapi berdua membangun cinta untuk tujuan-tujuan besar dan mulia. Sehingga meski telah ditinggalkan Ainun, Habibie tetap bisa bertahan, menghadiahkan kita sebuah buku berisi kisah cinta agung penuh inspirasi. Bukan Romeo, yang bunuh diri demi mengejar Julietnya ke lain dunia. 
Read more

0 Mahasiswa Indonesia vs Daigakusei Jepang = Y Sin 90 vs X tan 45


Mohon perhatian, tulisan ini adalah pengalaman pribadi, bukan kepribadian.

S 1, Tahun 1-3.
Indonesia
Main-main, pacaran, main P.S tiap malam, nyontek pas ujian, main domino di kosan teman, nonton film bokep berjamaah, jalan-jalan ke rumah teman pakai motor, hiking bareng, menggosipkan dosen, dapat uang beasiswa untuk mentraktir teman dan beli hp baru.
Jepang
Menikmati kebebasan lepas dari orang tua, nyontek pas ujian, kerja partime (arubaito), tidur pas kuliah, mainin smartphone,pacaran gaya malu-malu.

Tahun 4
Indonesia
Memilih labor yang dosennya bisa diajak kerjasama, penelitian ala kadar, lulus cepat. Judul penelitian dipilih yang mudah, kerja sedikit sambilan kerja paruh waktu, riset dari jam 9-5 (plus menggosip di lab dan ngecengin junior di kafe). Edit data penelitian pakai photoshop biar peaknya sama dengan standar, sambil main catur, diiringi gitar lab. Akhirnya lulus.
Jepang
Labor bisa dipilih, tapi keputusan akhirnya berdasarkan nilai hasil tes. Nilai tertinggi dapat labor favorit di jurusan. Nyari Prof yang populer agar mudah masuk ke dunia industri. Masuk lab, kebanyakan berhenti kerja part time karena harus bekerja di lab setidaknya dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam. Dipersiapkan oleh senpai untuk menjadi penanggung jawab lab selanjutnya (alat, order zat, kebersihan lab, manajemen meeting).

Lulus
Indonesia
Nyari kerja ke industri, PNS, wiraswasta. Yang lanjut ke S2 karena malas ke Industri atau pengen jadi dosen.
Jepang
Umumnya lanjut S2. Yang tidak lanjut S2 karena tidak ada uang, gagal ujian masuk atau sudah bosan kuliah.

S2
Indonesia
Kuliah santai, beban kuliah lebih ringan. Prinsipnya hanya untuk menambah gelar biar bisa ikut tes dosen. Ambil kerja sambilan, pacaran lebih serius. Kadang kalau sibuk, penelitian diupahkan saja pada teman atau junior. Mulai penelitian 6 bulan sebelum tamat. Datang ke lab agak siang, dekati junior biar bisa dibantu. Belikan dia kue atau kasih uang belanja. Menjelang ujian sibuk urusan administrasi. Minta tanda tangan sana-sini habis 2 bulan. Ngejar-ngejar dosen. Mohon-mohon dikasih jadwal ujian yang diinginkan. Pusing mikirin konsumsi.
Jepang.
Kuliah terfokus sesuai bidang dengan beban pemahamam lebih berat. Habis kuliah balik ke lab, ngerjain riset dari pagi sampai malam. Sabtu masuk juga, menjelang tahun 2, selesai job hunting, tempat kerja sudah jelas. Mulailah kerja di lab habis-habisan sebelum deadline. 2 bulan sebelum ujian akhir, fokus bikin report, riset tinggal ngumpulin data pelengkap aja. Menjelang ujian sibuk latihan presentasi di depan sensei. Urusan administrasi buat ujian selesai secara online atau dalam waktu 2 jam saja.



Read more

0 Orang Minanng itu...

Orang minang itu kalau sudah dewasa pergi merantau karena:

“Karatau madang di hulu
Babuah babungo balun
Marantau bujang dahulu
Di rumah paguno balun”

Kalau sudah di perantauan:

“Di ma bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang
Di rantiang dipatah, disinan aia disauak”

Dalam bergaul:

“Mangecek barandah-randah
Musuah indak dicari
Batamu pantang diilakkan
Bakilek ikan dalam aia, jaleh sakali jantan batinonyo.”

Dalam bertindak tanduk dan menghadapi teman:

“Tahimpik nak diateh, takuruang nak di lua
Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati.
Bakato bapikiri dulu, ingek-ingek sabalun kanai, samantang kito urang nan tahu, ulemu padi nan kadipakai.
Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik.
Kabukik samo mandaki, ka lurah samo manurun
Cadiak jan mambuang kawan, gapuak nan usah mambuang lamak, tukang nan tidak mambuang kayu.
Capek kaki ringan tangan, capek kaki indak panaruang, ringan tangan bukan pamacah.”
Read more

0 One Piece: Z Movie

Iseng-iseng ah.., nulis cerita yang beda dari biasanya. Ini adalah pengalaman yang istimewa, karena dari semua One Piece the movie, One piece movie terbaru, Z, adalah yang paling berkesan. Pertama memang karena alur cerita dan semua efek pendukungnya, dan yang kedua karena saya menontonnya di Bioskop di negara asal anime ini, Jepang. Layanan bioskop mulai dari pembelian tiket, antrian masuk, kualitas gambar, kursi, suara dan ketepatan waktu bisa dibilang semuanya lebih baik dari bioskop di Indonesia. Bioskop yang saya kunjungi, berada di lantai 11 mall Lucua di pusat kota Osaka, serangkai dengan bangunan Osaka city station, stasiun kereta api terbesar di Osaka yang melayani subway, kereta lsitrik dan shinkansen ke seluruh penjuru daerah Kansai dan sekitarnya.
30 menit sebelum film di mulai, ..narsis dulu...@-@

Bioskopnya bersih, wangi, begitu juga toiletnya. Sama sekali tidak ada sampah bertebaran. Penonton hadir sudah sejak 45 menit sebelum film dimulai. Mereka sama sekali tidak berisik. Pokoknya tipikal Jepanglah. Pembelian tiket bisa dilakukan di semua convenient stores yang tersebar di setiap penjuru kota. Untuk pendaftaran pilihan waktu menonton bisa dilakukan lewat internet sedangkan pemilihan kursi hanya bisa dilakukan saat kita registarsi ulang di counter depan bioskop. Semua terkomputerisasi secara baik. Pengalaman menonton One piece Z movie benar-benar menyenangkan dan menghibur otak yang kelelahan akibat riset.
Suasana counter bioskop di mall Lucua, Osaka

Bagi yang penasaran dan berminat inign tahu ringkasan ceirta nya, berikut saya ulaskan:
Cerita dimulai ketika Z (singkatan dari Zephyr) dan pasukan neo navy (kaigun)-nya menyerang salah satu pusat pangkalan marine. Tujuannya adalah mencuri dyna stone, batu yang dikatakan setara kekuatannya dengan 3 senjata kuno yang dapat menghancurkan dunia. Z berhasil mendapatkan batu-batu tersebut dan membawanya keluar dari gudang penyimpanan, tetapi dia harus berjuang keras karena dihadang oleh Kizaru. Pertarugan antara kizaru dan dan Z sangat menarik untuk dilihat karena boleh dikatakan mereka seimbang. Z berhasil lolos setelah meledakkan satu dyna stone kea rah kizaru. Terlihat aokiji mengamati pertarungan mereka dari jauh.  Ledakan batu tersebut juga meluluh lantakan semua fasilitas marine yang ada di sana. Gumpalan asapnya  mengingatkan kita pada uji coba bom atom Manhattan project.
Z yang terapung-apung di laut ditolong oleh luffy dan dibawa ke atas sunny. Meski mendapat pertolongan medis dari chooper, Z akhirnya menyerang starw hat dan crewnya saat tahu bahwa mereka adalah bajak laut. Di sinilah permusuhan atara Z dan lufy dimulai.

Cerita selanjutnya berputar pada usaha luffy mengejar Z dan pertemuan nya dengan aokiji di sebuah tempat pemandian air panas (Onsen). Pertarungan aokiji dengan akainu meninggalkan bekas luka yang mengerikan di tubuhnya. Dalam cerita aokiji digambarkan tetap memegang prinsip keadilannya sebagai marine tetapi sekaligus tampak mengagumi luffy dan kebahagiaan mereka sebagai bajak laut. Berkali-kali aokiji memberikan bantuan kepada straw hat pirate termasuk membekukan aliran lava salah satu end point yang dihancukan oleh Z menggunakan dyna stone. Dari aokiji juga lah luffy mengetahui bahwa Z dulu adalah bekas admiral yang sezaman dengan garp dan roger sekaligus merupakan guru bagi para admiral dan wakil admiral yang ada sekarang. Mereka memanggilnya “Z sensei”. Z memutuskan keluar dari marine karena memilih prinsipnya sendiri untuk tidak mengampuni bajak laut manapun setelah keluarganya dibantai oleh bajak laut. Dia berniat menggunakan dyna stone untuk meledakkan semua end point yang mengelilingi di new world sehingga semua bajak laut termasuk yonkou di sana akan terkubur bersama lahar panas.

Setelah dua kali kalah melawan Z, luffy akhirnya menggunakan kekuatan terhebatnya, lengan yang mirip red hawk, bersinar merah. Kekuatan pukulannya dapat menghancurkan lengan Z yang terbuat dari kairouseki. Luffy juga di gambarkan menyimpan haoshoku haki yang sangat kuat. Pada dasarnya pertarungan antara luffy dan Z bisa dibilang seimbang, tetapi Z yang sudah kehilangan lengan buatan sekaligus senjata terkuatnya, kagum pada prinsip dan keteguhan Luffy memegang janjinya pada Shanks. Z memutuskan untuk mengakhiri hidunya dengan melawan ribuan marine. Kizaru pun akhirnya melaksanakan tugasnya menumpas Z setelah mengucapkan salam perpisahan terakhir diiringi isak tangis para wakil admiral. 
Read more

0 Simulasi Evakuasi Gempa dan Kebakaran di Osaka Univeristy


Terkseima melihat dan mengikuti simulasi evakuasi gempa di Engineering Sciecne Osaka University hari ini. Tanpa perlu dikomando, semua mahasiswa, staff dan para professor mengikuti alur yang telah ditetapkan hanya dengan satu sirene panjang. Semuanya ikut berpartisipasi, tanpa ada yang menganggap enteng. Walauppun Osaka terbilang wilayah Jepang yang relatif aman dari gempa,, tetapi pelaksanaan simulasi tetap dilakukan secara rutin dan terkontrol.

Di halaman samping kampus tempat para peserta dievakuasi,  diperagakan juga cara memberikan pertolongan pertama pada korban yang pingsan dan terluka. Beberaapa materi yang diberikan adalah penggunakan alat pacu jantung, cara memberikan nafas buatan, cara merawat luka serta mengamankan korban. Wahh sekali, waktu tahu kalau alat peraganya bisa dikontrol lewat remot untuk mengeluarkan suara keskitan, suara minta tolong, dan gerakan sederhana orang yang kembali dari pingsa. Sejumlah alat pacu jantung portable juga disediakan sebagai petunjuk permulaan untuk siapa saja. Disela-sela penjelasan dari pakar keselamataan dan pertolongan medis yang diundang langsung, dekan Graduate school of Engineering Science menyampaiakan arahan dan guyonanannya dihadapan para mahasiswa dan Professor yang hadir.
Peragaan alat pacu jantung
Simulasi cara pemadaman api 


Terakhir, simulasi cara mengunakan alat pemadam kebakarn, cara menyemburkan air dan variasi pola semburan ditunjukan dengan menggunakan selang dan air asli. Bahkan beberapa Professor gaul terlibat langsung seolah-olah menjadi pemadam kebakaran yang siap menolong siapa saja. Itulah Jepang, totalitas dan tanggung jawabnya dalam melakuakan sesuatu selalu mengagumkan. 

Read more

2 Japan (Cool & Freak)

Agar dapat memberikan gambaran lebih objektif tentang jepang, akhirnya saya putuskan untuk menggabungkan antara Freak dan Cool Japan. Here we go.

1. Sensei, profesi terhormat di Jepang.

Ada susunan kasta tak terlihat dan tak tertulis di jepang. Walaupun tidak seekstrem kasta dalam susunan agama hindu di India. Professor menurut saya menempati posisi tertinggi dalam kasta tersebut. Hanya Professor yang saya lihat tidak banyak ngomong hai (haik) nya sambil membungkuk-bungkuk hormat saat bicara dengan orang lain. Yang lainnya seperti student, sekretaris, karyawan kantor, pemilik toko, masinis kereta, penjaga toko sampai ibu-ibu rumah tangga semua kebanyakan sering mengucapkan haik saat bicara dengan orang lain sebagai tanda hormat.

Di Jepang Professor adalah profesi yang sangat-sangat dihormati. Mungkin karena posisi mereka sebagai pendidik dalam jenjang akademik tertinggi. Kemanapun seorang professor pergi, orang selalu menaruh hormat. Para karyawan kampus juga tidak berani macam-macam dengan professor. Rekomendasi seorang Professor sangat-sangat powerful dalam meluluskan student lab nya untuk mendapatkan pekerjaan di industry tertentu sesuai bidang keilmuan yang di kuasainya. Jika seorang Professor ingin menerima seorang applicant sebagai mahasiswa S2 atau S3 di lab nya, cukup dengan mengeluarkan selembar Surat Penerimaan. Kalaupun ada ujian seleksi masuk, di Jepang biasanya itu hanyalah formalitas kecuali pada kampus-kampus besar yang memang menerapkan ujian serentak dan tertulis.

Tea party bersama Professor.

Pada intinya, orang yang berada pada posisi mengabdi untuk pendidikan (Guru, Professor)dan kesehatan (Dokter) di jepang sangat-sangat dihormati. Karena itu mereka tidak dipanggil dengan sebutan hormat biasa seperti san ( misalnya Badu-san, Budi-san, Kudi-san atau Mimi-san), tetapi dipanggil Sensei (Matsumura Sensei, Kitayama Sensei). Sayangnya, Politikus anggota parlemen juga dipanggil Sensei. Pernah saya tanyakan alasannya pada sensei saya. Beliau bilang karena mereka bekerja untuk membuat aturan dan memiliki kekuatan dalam mengambil keputusan politik. Hmmmmm, mudah-mudahan saja para sensei parlemen itu tidak seperti anggota DPR Indonesia. Walau bagaimanapun saya tetap ragu, sebab mereka adalah politikus, yang mana poli berarti banyak dan tikus adalah binatang yang suka mencuri makanan siang atau malam saat pemiliknya sedikit saja lengah, sehingga politikus berarti pencuri berjamaah.

2. Wisata ke luar Negeri? Biasa aja kale...

Dalam sebuah tea party untuk menyambut kedatangan saya sebagai member baru di lab, muncul sebuah pertanyaan yang membuat saya sedikit malu-malu menjawabnya. Apakah kamu sudah pernah keluar negeri sebelumnya??? Busettt… terbukalah rahasia katro saya.

Buat orang jepang, jalan-Jalan keluar negeri adalah hal biasa. Bahkan mahasiswa S1 dan S2 pun biasa menghabiskan liburannya dengan mengunjungi tempat-tempat wisata di luar negeri. Lagipula biaya perjalanan dengan mengambil paket wisata bersama teman-teman akrab bisa menjadi lebih murah. Uangnya? Pada umumnya mereka punya kerja part time minimal sekali seminggu yang hasilnya dapat mereka tabung selama satu semester atau setahun. Ketika liburan musim panas atau liburan musim dingin menjelang, bertebaranlah mereka di muka bumi mencari kesenangan menghabiskan uang melihat Negara dan budaya yang berbeda. Member lab saya bercerita bahwa setidaknya sekali setahun mereka jalan-jalan ke luar negeri minimal 3 hari, satu minggu sampai 2 minggu. Mau tahu daerah tujuan utamanya? Yuhuuuu Bali berada pada prioritas utama selain Eropa. Mereka yang sudah pernah datang ke Bali selalu bilang ingin datang lagi ke sana. Mereka yang belum pernah ke Bali, bertekad untung melihat Bali setidaknya sekali seumur hidup. Motomura san, sekretarisnya sensei  saya, ingin mengajak keluarganya tinggal di Bali beberapa bulan. Maka terjadilah simbiosis mutualisme antara saya sebagai guru bahasa Indonesianya dan Motomura san sebagai guru bahasa jepang saya.

3. Suka menolong, segan minta tolong.

Saya sering kasihan kalau minta tolong sama teman Jepang. Pasalnya mereka suka repot sendiri karena begitu totalnya dalam memberikan bantuan. Kalau saya bertanya lokasi ruang seminar, mereka tidak Cuma menunjukan jalur menuju ke sana, tapi mereka akan mengantar langsung sampai ke ruangan, lalu lari-lari kecil kembali ke lab untuk bekerja. Minta tolong mengajarkan cara penggunaan instrument, mereka akan mempersiapkan seluruh teks yang diperlukan sepanjang malam. Kalau perlu ketika demostrasi mereka akan membawa kamus atau menggunakan kamus di hp, bahkan lebih parahnya lagi berlari mencari teman yang lebih paham bahasa Inggris-Jepang hanya untuk menanyakan arti satu kata bahasa jepang untuk diucapkan secara benar dalam bahasa Inggris. Hasilnya sayalah yang jadi sesak nafas dan capek sendiri melihat usaha mereka.

Di jalan raya pun tidak ada bedanya. Ketika menanyakan di mana letak kantor pos, seorang bapak-bapak menunjukan arahnya. Mungkin karena  tidak yakin kami bisa sampai di tempat tujuan dengan selamat mengingat bahasa Jepang yang juga pas-pasan, akhirnya si bapak mengantarkan sampai bagian depan gedung Pos tersebut kelihatan. Kasihannya, jalur menuju pos  berlwananan arah dengan tujuan si bapak, membuatnya harus mengulang kembali perjalanannya. Wuihhh, akhirnya saya putuskan untuk tidak minta tolong sama orang jepang kalau tidak begitu mendesak.  

Total dalam memberikan bantuan dan tidak suka merepotkan orang lain; adalah karakter orang Jepang yang membuat mereka benar-benar mandiri. Sadisnya, karena saking tidak maunya merepotkan orang lain, seorang Ibu lebih memilih tinggal sendiri ketimbang tinggal bersama anak-anaknya. Alasannya mereka sudah dewasa, sudah punya kehidupan sendiri. Sibuk bekerja. Jadi si Ibu tidak ingin merepotkan walaupun dia sudah tua renta sehingga membeli makanan ke toko harus menggunakan kursi roda elektrik. Di lain kasus, seorang ibu tua tinggal dengan anaknya yang cacat. Ibu yang sudah sakit-sakitan itu meninggal di kamarnya tanpa diketahui sang anak. Karena si anak tidak bisa apa-apa, hanya bisa duduk di kursi roda,  akhirnya juga mati kelaparan. Mayat mereka baru ditemukan sebulan setelahnya ketika tetangga mulai curiga sebab ibu dan anak itu tidak muncul selama berminggu-minggu. Yang tersisa tentu saja hanya tulang belulang. Kasus seperti ini sudah sering terjadi di Jepang dengan Intensitas yang terus meningkat setiap tahunnya.

3. Yukk naik Haji dari Jepang.

Nahh yang satu ini tidak ada hubungannya dengan perilaku orang Jepang. Ternyata kita bisa berangkat haji dari Jepang. Saya masih belum mengerti bagaimana prosedurnya tapi yang jelas pemerintah Jepang memberikan izin untuk pelaksanaan pengiriman Jamaah Haji walaupun Pelaksananya adalah Asosiasi Muslim Jepang. Kerennn. 



Setiap tahunnya banyak pelajar yang mengambil kesempatan untuk menunaikan Ibadah Haji, sebelum mereka pulang ke Negara masing-masing. Alasannya, selain relative lebih murah, tidak pernah ada daftar tunggu seperti di Indonesia. Yang mau berhaji tahun ini ya mendaftar tahun ini dan berangkat di musim Haji tahun ini juga. Hmm bagaimana rasanya ya berangkat haji atas nama Negara Jepang. Ada yang berminat?
Read more

0 Freak Japan


Tidak ada yang sempurna adalah undang-undang pembenaran yang yang telah membuat pencarian “kambing Hitam” menjadi laris manis di Indonesia. Apalagi pejabat dan public figure yang selalu membutuhkan bedak bermerk pencitraan agar selalu bisa tampil terpuji di hadapan orang awam.
Di jepang, undang-undang di atas juga berlaku sih, tapi bukan dalam konteks pencarian kambing hitam melainkan karena memang secara alamiah dan cultural keagamaan masyarakatnya menjadikan mereka “aneh” , setidaknya dalam pandangan kita.

     1.   Rok mini.

Meletakkan pembahasan tentang yang satu ini dibagian awal sungguh sebuah dilema. Tapi ya mau bagaimana lagi, karena memang inilah pemandangan sehari-hari di Jepang. Kampus, mall, fasilitas umum dan jalanan memajang berbagai tipe rok mini dan hotpant lengkap dengan aksesorisnya. Lantas apanya yang salah? Yahhhh rok mini tenntu saja salah bagi agama kita tapi yang membuat aneh menurut saya adalah cewek-cewek jepang yang memakai rok mini dan hotpant di musim dingin. Atau mungkin memang mereka memiliki yin-yang yang tidak stabil sehingga bisa tahan memakai rok mini keluar rumah pada suhu yang bahkan minus sekalipun. Saya yang sudah memakai baju 5 lapis, masker, syal, topi kupluk, sepatu tinggi dan second skin tetap merasa kedinginan. Ada yang bilang pada saya bahwa rok mini itu demi mengikuti model dan lagging yang mereka pakai cukup hangat untuk melindungi kaki dari cubitan nakal angin utara. Okelah, tapi ada juga yang hanya memakai hopant, rok mini dan baju longgar tanpa second skin maupun lagging. Kalau yang ini apa coba? Kalau bukan freak ya sedikit sedeng. Saya jadi berimajinasi, kalau musim dingin saja pemandangannya sudah begini bagaimana kalau musim panas ya? hehe. Sampai-sampai salah seorang sesepuh di Nagoya bilang; “ hanya ada dua cara untuk tidak melihat rok mini di Jepang. Berjalan sambil melihat ke atas seolah-olah sedang menghitung bintang atau berjalan sambil melihat ke bawah seperti sedang mencari koin jatuh…


2.   Jamban Style

Kalau sebuah bangsa boleh dikelompokkan berdasarkan model jambannya, mungkin jepang akan berada pada peringkat bawah, lebih rendah dari pada Indonesia. Ya..., bangsa eropa menggunakan jamban model duduk, yang paling tinggi sejauh yang saya ketahui (Cuma Syifa, keponakan saya yang memakai jamban model berdiri. Ketika sudah selesai baru melapor : Nenek….syifa eek) . Lalu Indonesia menggunakan model jongkok,tapi jambannya sedikit ditinggikan dari lantai WC. Nah jepang, juga menggunakan style jongkok tapi jambannya sama tinggi dengan lantai. Bentuk jambannya juga aneh seperti persegi panjang tapi elips di ujungnya serta ada tonjolan seperti tudung di ujung yang lainnya. Bisa anda bayangkan jika ketiga style ini dibariskan dan orang dari masing-masing Negara asalnya disuruh mengambil posisi di atas jamban masing-masing, siapakah yang jadi juara ke dua?

3. Agama Maybe

Ketika bertanya pada teman jepang apa agama mereka, rata-rata jawabannya akan sama: I don’t know. My father and mother is Budhist, so maybe I’m Budhist. But, my parent also serve god. We have so many Gods. God of water, God of Home, God of Kitchen, and bla ble bloo.. More than thousand of Gods. Freak, benar-benar freak. Masyarakat Jepang benar-benar sudah kehilangan indentitasnya dalam soal agama.  Kalau atheis, jelas tidak mengakui tuhan, Kristen mengakui Yesus, Hindu mengakui para dewa, nah kalau “maybe” ini yang dipercayanya apa ya? Semua pemujaan dan praktek keagamaan mereka lebih berupa pelestarian budaya karena mencampur adukkan berbagai upacara dan peribadatan antara Shinto dan Budha (Budha di Jepang sendiri memiliki puluhan aliran). Tapi keteguhan mereka memegang agama sebagai pelestarian budaya juga tidak main-main. Makanya pertumbuhan umat muslim di Jepang tidak sepesat Negara-negara di Eropa karena memang tidak mudah mengislamkan orang Jepang disebabkan kepatuhan yang tinggi terhadap tradisi. Kalau di Eropa orang bisa tertarik masuk islam karena kesopanan dan kepedulian terhadap sesama yang ditunjukan seorang muslim, maka di Jepang hal itu jarang berlaku sebab keramah-tamahan dan kebaikan orang jepang sendiri kadang bisa melebihi seorang muslim.


4.  Akrobat Jalanan         

Jepang adalah salah satu Negara paling ramah terhadap pengendara sepeda. Bukan hanya karena mereka sangat concern terhadap gaya hidup sehat tapi juga perhatian yang serius terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global. Mungkin karena itulah Protokol tentang pengurangan emisi rumah kaca diresmikan di Negara ini (Protokol Kyoto) dan telah diratifikasi oleh hampir seluruh Negara maju di dunia kecuali, ya siapa lagi, tak lain dan tak bukan, Amerikut (Amerika Kentut).

Tapi biar sajalah Amerikut dengan dosut-dosutnya. Kita tidak akan membicarakan boneka Yahudud itud. Kembali ke sepeda, ini adalah alat transportasi paling umum dimiliki oleh masyarakat Jepang. Nyaris tidak ada rumah yang tidak punya sepeda, dan setiap angggota keluarga punya sepedanya masing-masing (bayi aja punya; namanya kereta bayi). Hal ini berkebalikan 179,99 derajat dengan Indonesia yang hampir tiap rumah punya Sepeda…motor, bahkan anak umur 7 tahun pun sudah diberikan sepeda motor oleh orang tuanya agar bisa bunuh diri di jalanan. Motor-motor keren produksi raksasa Otomotif Jepang mulai dari Hondud, Yamahud, Suzukud dan kroni-kroniya ternyata Cuma ada di Indonesia. Di jepang sendiri motor adalah pemandangan agak langka dan modelnyapun tidak sama dengan yang beredar di Indonesia. Yang paling miris adalah Sepeda motornya pak Pos. Kendaran dinas mereka adalah Honda cb model tahun 80-an yang anehnya, jalannya masih tetap macho seperti para kakek di Jepang. Sepertinya ada korelasi khusus antara performa sepeda motor dengan kakek-kakek di dua Negara ini, Jepang dan Indonesia. Honda model jadul seperti itu di Indonesia jalannya sudah loyo sekali layaknya kehabisan obat kuat dihiasi dengan bunyi batuk berisik dari knalpot, persis seperti angku-angku pecandu rokok.

Parkiran Sepeda di Jepang

Jalan untuk pengendara sepeda disamakan dengan jalur untuk pejalan kaki, Raja pertama di jalanan Jepang. Kalau ada persimpangan yang tidak ada lampu merahnya, maka pengendara mobil dan sepeda motor akan berhenti secara hormat jika pengendara sepeda dan pejalan kaki ingin lewat. Model sepeda yang digunakan pun bermacam-macam, ada yang satu gear, banyak gear, model elektrik dan model kakek-nenek.  Entah karena sudah terbiasa atau memang keturunan Ninja, banyak pengendara sepeda di Jepang bisa berakrobat di atas sepeda. Saat hujan sebelah tangan memegang payung sambil mengayuh sepeda, headset terpasang di telinga, dan kalau ada sms masuk mereka masih bisa membalas sms tanpa berhenti dulu. Dapatkah anda bayangkan bagaimana prosesnya?    (bersambung......)







Read more

2 Segitiga Takmungkin


Meskipun tidak akan dipusingkan dengan segala macam urusan administrasi  seperti di Indonesia, tapi saya tetap bertanya-tanya dalam hati, bagaimana 3 orang Professor yang merupakan dedengkot dalam bidang ilmunya masing-masing akan bisa bekerja sama secara baik dan seimbang demi menghantarkan saya menyematkan D dan r di depan nama yang sudah diberikan orang tua. Terbiasa dengan dua pembimbing selama di Universitas Andalas, akan bagaimana jadinya nanti bekerja di bawah arahan 3 orang pria yang dalam pandangan realita saya merupakan manifestasi segitiga tak mungkin (Impossible Triangle).

1. Professor Michio Matsumura.

Merupakan pembimbing utama, orang yang telah memberikan selembar surat berlambang Osaka University di atasnya, dengan kalimat pembuka to “Whom it may Concern”. Surat berharga ini telah menghantarakan saya menjadi penerima Beasiswa Unggulan gelombang pertama. Beliau adalah Direktur Research Center for Solar Energy Chemistry di Osaka University. Hampir setiap orang yang saya ajak bicara di kampus mengatakan bahwa beliau adalah orang yang baik. Memang benar. Siapapun akan terkejut waktu saya ceritakan bahwa 3 hari pertama berada di Osaka beliaulah yang mengantarkan saya kemana-mana dengan mobilnya untuk menyelesaikan pengurusan Alien Card di City Hall, membuka rekening Bank di Sumitomo Mitsui Banking Corporation, serta mengurus pelaporan ke Student Office. Beliau juga suka mengingatkan tentang makanan halal dan haram serta waktu dan tempat untuk shalat lima waktu. Walau sedang diskusi sekalipun , beliau akan mempersilahkan mengerjakan shalat selama yang kita mau. Andai saja dia masuk Islam.

Orangnya juga suka bercanda, senang menyapa, dan yang penting, tidak pelit. Utnuk ukuran Professor Jepang, kakek yang satu ini tergolong santai. Beliau tidak memasang target apa-apa pada studennya, pulang dari lab boleh jam 5 sore serta presentasi progress report cukup 2 kali setahun saja. Mau tamat..? 1 publikasi internasional sudah lebih dari cukup. Tapi anehnya, meski tidak ketat terhadap mahasiswanya, publikasi beliau selalu kosntan. Relasi hingga mantan mahasiswanya membentang dari jepang, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Kore, China, India, terus ke Inggris dan Jerman. Beliau juga sangat terkenal di kalangan Industri Jepang. Setiap hari selalu saja ada pihak perusahaan yang datang bertamu dengan sekantong besar Cake di tangan mereka. Kalau sudah begini, ruang makan pada saat lunch time pasti dipenuhi kue-kue mahal ala Paris. Hhhh tapi sayang , sedikit yang halal untuk dimakan. Sekali waktu beliau memberi tahu saya bahwa kue yang sedang terhidang di meja hanya terbuat dari telur dan tepung. Kue khas warisan Portugis yang hanya ada sekali setahun itupun saya cicipi sepotong dengan sukses. Ketika semua member sudah kembali bekerja, saya balik lagi keruang makan untuk menebus kekesalan saya pada kue-kue lainnya dengan menghajar 3 potong kue langka tersebut. Ahh sedapp.

Ciri khas keberadaan beliau di lab adalah, minum kopi pahit 3 kali sehari.

Matsumura sensei, pakar thin film solar cell dan reaksi konversi gas karbon monoksida, menempati sudut pertama pada segitiga ini.

2. Professor Tatsuki kitayama

Dialah orang yang membuat saya merasa bahwa pembimbing saya seperti nya akan main jungkat-jungkit. Berada pada sisi yang berlawanan dengan Matsumura sensei, pakar sintesis polimer ini adalah tipe orang yang serius, hanya membicarakan pekerjaan dan tidak suka berbasa-basi. Wajahnya menunjukan bahwa dia adalah orang baik, tapi mungkin karena lama di Amerika membuat keramah-tamahan ala Jepangnya menguap ketika menyeberangi lautan Pasifik. Sikap cueknya sukses dibayar dengan tunai oleh kejeniusannya dalam Kimia Polimer. Sampai hari ini saya masih being impressed oleh kefasihanyya “menyanyikan” buku “An Introduction to Polymer Science” karangan Hans Georg Elias (Wiley Publisher, 2005) mulai dai bab satu sampai tiga. Sementara saya yang sudah belajar habis-habisan selama 3 minggu hanya bisa memahami judul tiap Babnya saja. Anggota aktif IUPAC dan penyusun Compendium of Polymer Terminology and Nomenclature, an IUPAC Recommendation 1998 ini, sejak 2004 telah secara konstan menampilkan namanya di jurnal-jurnal bergengsi dunia. Jangan tanya saya dia makan apa, karena saya sendiri curiga kalau dia memiliki Ilmu dari salah satu cabang perguruan silat di Indonesia, Panca daya. Pasalnya, dengan hanya memperlihatkan judul paper terbaru tentang polimer, dengan American Englishnya yang fasih dia akan bilang, Nothing special about this article because bla-bla,xxxxx,#$%^&*(Y^($#@. Dilain kesempatan dia akan bilang, ohh I know him. He was…..xxxxx@$%%T^^*(%$. Saya jadi penasaran apa yang tidak diketahuinya tentang polimer. ????

Sejauh ini, satu-satunya hal menarik dari mengunjungi Lab Kitayama sensei ada di dekat pintu masuk kantornya. Yupp, sekretarisnya. Hihihi,…jangan mesum dulu. Memang sih orangnya cantikkkkkk, tapi lebih dari itu, Ms. Hiroko Motomura sangat ramah dan bisa berbahasa Indonesia.  Saya penasaran bagaimana beliau bisa betah bekerja dengan sang Professor. Kalau anda? Pasti penasaran dengan wajah nya kan? Okehhh, sebab saya lagi baik, tak bagi fotonya di sini.

Tapi ingat, jangan disalah gunakan ya!!!!

Kitayama sensei, berada di sudut kedua dari segitiga tak mungkin.

3. Professor Toshihiro Ohnishi

Melengkapi sudut terakhir yang dubutuhkan untuk membangun sebuah segitiga, dengan kepribadiannya yang tidak biasa menjadikan gabungan ketiganya sebagai segitiga tak mungkin yang luar biasa. Merupakan adik kelas dari Matsumura sensei, beliau adalah orang yang bahasa Inggris lisannya paling parah. Tapi jangan anggap remeh ya, posisinya di Sumitomo, perusahaan konglomerasi Jepang sangat penting. Satu dari dua orang Fellow Researcher, sekaligus pemegang lisensi organic solar cell tipe sub modul dengan efisiensi tertinggi di dunia sejak tahun 2010. Belum terkalahkan. 

Mungkin karena bekerja di perusahaan, yang diharapkannya setiap kali datang ke lab adalah report. Tidak ada kemajuan pun tidak apa-apa. Yang penting ada report, 2 kali seminggu. Ditekankan juga agar menggunakan bahan kimia sehemat mungkin, padahal member lab. Matsumura sensei  terbiasa bereksperimen sebebasnya karena punya dukungan dana berlimpah . Filamen emas, pakai saja sepuasnya. Plat ITO yang susah didapatkan di Indonesia, potong sesuka hati. Kalau potongannya tidak lurus, buang saja ke tong sampah, ambil yang baru. Hmm jadi ingat riset adik-adik di UNAND.

Ciri khas Ohnishi sensei adalah suka membenturkan kepalanya ke laptop yang sedang menyala (hehe lebih tepatnya menempelkan sihh) seraya mengambil pose sedang tertidur. Ini pertanda kalau beliau sedang berpikir keras untuk memperbaiki kesalahan-kesalahn dalam riset kami. Ciri lainnya, suka berjalan mendekati mahasiswanya yang sedang mengetik di meja masing-masing, setelah dekat, berbalik arah kembali ke ruangannya, lalu balik lagi meja mahasiswa yang lain sambil menggumamkan mantra-mantra solar cell.

Dengan demikian, apa jadinya saya 3 tahun ke depan? Pertanyaan spesifiknya, dapatkah saya memecahkan misteri segitiga tak mungkin  ini sebelum lulus dari Osaka University. Hanya tuhan yang tahu. Saya..? Cukup bilang Ganbarimasu….!!!!

Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
© The Viko's Emporium | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger