Mahasiswa Indonesia vs Daigakusei Jepang = Y Sin 90 vs X tan 45


Mohon perhatian, tulisan ini adalah pengalaman pribadi, bukan kepribadian.

S 1, Tahun 1-3.
Indonesia
Main-main, pacaran, main P.S tiap malam, nyontek pas ujian, main domino di kosan teman, nonton film bokep berjamaah, jalan-jalan ke rumah teman pakai motor, hiking bareng, menggosipkan dosen, dapat uang beasiswa untuk mentraktir teman dan beli hp baru.
Jepang
Menikmati kebebasan lepas dari orang tua, nyontek pas ujian, kerja partime (arubaito), tidur pas kuliah, mainin smartphone,pacaran gaya malu-malu.

Tahun 4
Indonesia
Memilih labor yang dosennya bisa diajak kerjasama, penelitian ala kadar, lulus cepat. Judul penelitian dipilih yang mudah, kerja sedikit sambilan kerja paruh waktu, riset dari jam 9-5 (plus menggosip di lab dan ngecengin junior di kafe). Edit data penelitian pakai photoshop biar peaknya sama dengan standar, sambil main catur, diiringi gitar lab. Akhirnya lulus.
Jepang
Labor bisa dipilih, tapi keputusan akhirnya berdasarkan nilai hasil tes. Nilai tertinggi dapat labor favorit di jurusan. Nyari Prof yang populer agar mudah masuk ke dunia industri. Masuk lab, kebanyakan berhenti kerja part time karena harus bekerja di lab setidaknya dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam. Dipersiapkan oleh senpai untuk menjadi penanggung jawab lab selanjutnya (alat, order zat, kebersihan lab, manajemen meeting).

Lulus
Indonesia
Nyari kerja ke industri, PNS, wiraswasta. Yang lanjut ke S2 karena malas ke Industri atau pengen jadi dosen.
Jepang
Umumnya lanjut S2. Yang tidak lanjut S2 karena tidak ada uang, gagal ujian masuk atau sudah bosan kuliah.

S2
Indonesia
Kuliah santai, beban kuliah lebih ringan. Prinsipnya hanya untuk menambah gelar biar bisa ikut tes dosen. Ambil kerja sambilan, pacaran lebih serius. Kadang kalau sibuk, penelitian diupahkan saja pada teman atau junior. Mulai penelitian 6 bulan sebelum tamat. Datang ke lab agak siang, dekati junior biar bisa dibantu. Belikan dia kue atau kasih uang belanja. Menjelang ujian sibuk urusan administrasi. Minta tanda tangan sana-sini habis 2 bulan. Ngejar-ngejar dosen. Mohon-mohon dikasih jadwal ujian yang diinginkan. Pusing mikirin konsumsi.
Jepang.
Kuliah terfokus sesuai bidang dengan beban pemahamam lebih berat. Habis kuliah balik ke lab, ngerjain riset dari pagi sampai malam. Sabtu masuk juga, menjelang tahun 2, selesai job hunting, tempat kerja sudah jelas. Mulailah kerja di lab habis-habisan sebelum deadline. 2 bulan sebelum ujian akhir, fokus bikin report, riset tinggal ngumpulin data pelengkap aja. Menjelang ujian sibuk latihan presentasi di depan sensei. Urusan administrasi buat ujian selesai secara online atau dalam waktu 2 jam saja.



comment 0 komentar:

Posting Komentar

Delete this element to display blogger navbar

 
© The Viko's Emporium | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger